Blog

Laba Inti ADARO Energy Turun 21 Persen

Monday, November 2nd, 2015

Jakarta, 30 Oktober 2015 PT Adaro Energy Tbk (IDX: ADRO) hari ini menyampaikan laporan keuangan konsolidasi unaudited untuk periode 9 bulan di tahun 2015. Dalam kondisi pasar batubara yang masih penuh tantangan, profitabilitas Perusahaan mengalami penurunan namun tingkat likuiditas dapat tetap terjaga kokoh.
Presiden Direktur Adaro Energy,Garibaldi Thohir, mengatakan:
Saat ini profitabilitas Adaro sedang mengalami tekanan yang cukup kuat akibat harga batubara yang terus menurun. Namun dalam kondisi yang penuh tantangan ini, bisnis model Adaro yang terintegrasi secara vertikal telah teruji dan pencapaian yang kami raih menunjukkan ketangguhan dari model bisnis Adaro. Kami optimis dapat mencapai target EBITDA operasional tahun 2015 sebesar AS$550 juta hingga AS$800 juta. Kini kami terus menjalankan bisnis dan menerapkan strategi untuk memperkuat keberlanjutan bisnis inti Adaro. Strategi mengembangkan tiga motor penggerak pertumbuhan perusahaan terus kami lakukan, yaitu pertambangan batubara, jasa pertambangan dan logistik dan ketenagalistrikan. Kami juga terus menjalankan keunggulan operasional kami, meningkatkan efisiensi biaya di sepanjang rantai pasokan batubara, memperkuat unit logistik, bergerak lebih jauh ke hilir memasuki bisnis ketenagalistrikan dan tetap membayar dividen tunai tahunan.

Kinerja Keuangan 9M15:

  • Struktur permodalan tetap kokoh dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA operasional 12 bulan terakhir sebesar 1,18x dan rasio utang bersih terhadap modal sebesar 0,26x pada akhir September 2015.
  • Kami menjaga likuiditas yang kuat dengan saldo kas sebesar AS$785 juta untuk mengantisipasi kondisi yang sedang menurun seperti saat ini.
  • Pendapatan turun sebesar 16% menjadi AS$2,112 juta disebabkan oleh penurunan volume penjualan sebesar 3% menjadi 41,2 juta ton dan penurunan harga jual rata-rata sebesar 14%.
  • EBITDA operasional (tanpa memperhitungkan komponen akuntansi non operasional), pada 9M15 turun 19% menjadi AS$568 juta,
  • Adaro dapat menurunkan biaya kas batubara (tidak termasuk royalti) sebesar 13% menjadi AS$28,61 per ton pada 9M15. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh nisbah kupas, biaya penanganan dan pengangkutan batubara, dan harga bahan bakar yang lebih rendah serta dilakukannya berbagai upaya penurunan biaya.
  • Pendapatan bersih pada 9M15 turun19% menjadi AS$181 juta. Sementara laba inti atau laba yang tidak termasuk komponen akuntansi non operasional, turun 21% menjadi US$228 juta.
  • Adaro menghasilkan arus kas bebas yang positif sebesar AS$356 juta.
  • Panduan Produksi 2015

  • Adaro kembali menyesuaikan panduan produksi 2015 menjadi 52 54 juta ton dari sebelumnya 54 56 juta ton karena kondisi pasar yang penuh tantangan.
  • KINERJA KEUANGAN

    (AS$ juta, kecuali dinyatakan lain) 9M15 9M14* % Perubahan
    Pendapatan Usaha Bersih 2.112 2.507 -16%
    Beban Pokok Pendapatan (1.675) (1.922) -13%
    Laba kotor 437 586 -25%
    Laba operasi 320 469 -32%
    Laba bersih 181 224 -19%
    Laba bersih 181 224 -19%
    Laba inti1 228 290 -21%
    EBITDA operasional2 568 700 -19%
    Total Aset 6.215 7.496 -17%
    Total Liabilitas 2.816 4.139 -32%
    Modal Pemegang Saham 3.399 3.357 1%
    Pinjaman berbunga 1.676 2.843 -41%
    Kas 785 1.628 -52%
    Utang bersih 891 1.215 -27%
    Biaya modal3 58 149 -61%
    Arus kas bebas4 356 408 -13%
    Laba dasar per saham (EPS) dalam AS$ 0,00563 0,00688 -18%
    Biaya kas batubara (tidak termasuk royalty)
    dalam AS$ per ton
    28.61 32.80 -13%

    RASIO KEUANGAN

    (AS$ juta, kecuali dinyatakan lain) 9M15 9M14* % Change
    Marjin Laba Kotor (%) 20,7% 23,4% -11%
    Marjin Laba Operasi (%) 15,2% 18,7% -19%
    Marjin EBITDA Operasional (%) 26,9% 27,9% -4%
    Utang bersih terhadap modal (x) 0,26 0,36
    Utang bersih terhadap EBITDA operasional 12 bulan terakhir. (x) 1,18 1,31
    Kas dari operasional terhadap biaya modal 7,57 6,06

    1 Laba bersih tidak termasuk komponen akuntansi non operasi setelah dikurangi pajak (amortisasi properti pertambangan dan penilaian pajak sebelumnya).
    2 EBITDA tidak termasuk komponen akuntansi non operasi yaitu kerugian selisih kurs dan penilaian pajak sebelumnya.
    3 Pembelian aset tetap perolehan dari pelepasan aset tetap + pembayaran untuk penambahan properti pertambangan + pembayaran untuk penambahan eksplorasi dan evaluasi + akuisisi aset dengan mekanisme sewa pembiayaan
    4 EBITDA operasional pajak perubahan pada modal kerja bersih belanja modal (tidak termasuk akuisisi aset dengan mekanisme sewa pembiayaan)

    SEGMEN USAHA

    (AS$ juta, kecuali dinyatakan lain) 9M15 9M14*
    9M15 9M14* % Change 9M15 9M14* % Change
    Penambangan & Perdagangan batubara 1,961 2,338 -16% 150 189 -21%
    Jasa pertambangan 99 107 -7% 20 20 0%
    Lainnya 52 62 -16% 46 68 -33%
    Eliminasi (35) (53) -34%
    Grup Adaro Energy 2,112 2,507 -16% 181 224 -19%

    * Sebagaimana yang dinyatakan kembali mengikuti penerapan PSAK24 (Revisi 2013), “Imbalan kerja”

    Leave a Comment