Blog

Analisa Kinerja Keuangan PT ADARO ENERGY 9 Bulan Pertama Tahun 2015

Tuesday, November 3rd, 2015

ANALISA KINERJA KEUANGAN PT ADARO ENERGY untuk 9 bulan pertama pada tahun 2015 merupakan lanjutan postingan yang sebelumnya tentang Laba Inti ADARO Energy Turun 21 Persen.

Pendapatan Usaha Bersih, Harga Jual Rata-rata dan Produksi
Harga jual rata-rata Adaro terus mengalami penurunan seiring dengan berlanjutnya kelebihan pasokan batubara di pasar. Pelemahan harga batubara yang berkelanjutan ini sejalan dengan pelemahan ekonomi global khususnya perlambatan pertumbuhan di China yang menekan pasar komoditas. Harga jual rata-rata Adaro turun sebesar 14% y-o-y pada periode 9M15. Pendapatan usaha Adaro turun 16% menjadi AS$2.112 juta seiring dengan penurunan volume penjualan sebesar 3% menjadi 41,2 juta ton. Volume produksi menurun sebesar 5% menjadi 39,8 juta ton disebabkan turunnya pertumbuhan permintaan.
Adaro kembali menurunkan panduan produksi tahun 2015 menjadi 52 54 juta ton dari 54 56 juta ton untuk mengantisipasi berlanjutnya kondisi pasar yang sulit sampai dengan akhir tahun. Pertumbuhan permintaan akan tetap lemah dan harga akan terus mengalami trend penurunan sampai dengan akhir tahun.

Beban Pokok Pendapatan dan Biaya Kas Batubara
Pada 9M15, Adaro mencatatkan volume produksi dan nisbah kupas yang lebih rendah, biaya bahan bakar lebih rendah dari perkiraan, biaya penanganan dan pengangkutan yang lebih rendah dan terus melakukan efisiensi biaya sehingga beban pokok pendapatan Adaro turun 13% menjadi AS$1.675 juta. Nisbah kupas gabungan Adaro pada 9M15 adalah 5,35x, lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,77x. Kami menjaga agar nisbah kupas sesuai dengan rencana tahun 2015 sebesar 5,33x.
Biaya kas batubara (tidak termasuk royalti) turun 13% menjadi AS$28,61 per ton, dibawah panduan 2015 sebesar AS$31-33 per ton. Biaya bahan bakar yang merupakan komponen penting biaya kas batubara turun 39% menjadi di rentang bawah AS$0,50 per liter. Adaro melakukan lindung nilai terhadap sekitar sepertiga kebutuhan bahan bakar tahunan dengan dengan pertukaran bahan bakar pada harga di bawah anggaran perusahaan untuk tahun 2015, sehingga Adaro dapat menjaga biaya kas batubara bertahan di bawah panduan. Kami terus meningkatkan keunggulan operasional dan telah mengimplementasikan upaya-upaya untuk meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya.
Biaya operasional Adaro turun 10% menjadi AS$106 juta pada 9M15. Sepanjang 9M15, Adaro membukukan beban lain-lain sebesar AS$10 juta dari kerugian selisih kurs sebesar AS$19 juta dan dikurangi pendapatan lain-lain sebesar AS$9 juta.

Royalti Kepada Pemerintah
Royalti yang dibayarkan kepada Pemerintah Republik Indonesia pada 9M15 turun 18% menjadi AS$217 juta, sejalan dengan penurunan pendapatan usaha. Royalti meliputi 13% dari total beban pokok pendapatan pada 9M15

EBITDA Operasional
EBITDA operasional Adaro turun sebesar 19% menjadi AS$568 juta pada 9M15 disebabkan penurunan pendapatan usaha. Namun demikian Adaro tetap dapat menjaga marjin EBITDA operasional yang kokoh sebesar 27% pada 9M15. EBITDA operasional tidak termasuk provisi pengembalian piutang lain-lain terkait investasi non-batubara sebesar AS$7 juta. Perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mencapai panduan EBITDA operasional 2015 sebesar AS$550 juta sampai AS$800 juta.
Adaro terus meningkatkan kontribusi dari usaha-usaha non pertambangan batubara. Siklus penurunan harga batubara yang berkepanjangan mendukung strategi Adaro untuk membangun usaha non pertambangan batubara dan berekspansi ke industri hilir yaitu ketenagalistrikan. Pertambangan batubara, jasa pertambangan dan logistik, dan ketenagalistrikan merupakan tiga motor utama pertumbuhan Adaro.

Laba Bersih dan Laba Inti
Laba bersih setelah pajak turun 19% menjadi AS$181 juta pada 9M15. Laba inti turun 21% menjadi AS$228 juta. Laba inti, yang merepresentasikan kualitas dari laba perusahaan setelah pajak pendapatan, tidak termasuk komponen akuntansi non-operasional, yang terdiri dari AS$54 juta amortisasi properti pertambangan, AS$ 7 juta provisi pengembalian piutang lain-lain terkait investasi non-batubara dan pengeluaran AS$ 1 juta terkait penyesuaian pajak di tahun sebelumnya.

Total Aset, Likuiditas yang Kokoh
Total aset Adaro turun 17% menjadi AS$6.215 juta. Aset lancar turun 45% menjadi AS$1.246 juta terutama karena pada 9M14 ada peningkatan kas dari penerimaan porsi fasilitas pinjaman bank yang baru, yang telah digunakan untuk pembiayaan ulang surat utang dan fasilitas pinjaman bank tahun 2011.
Pada 9M15, Adaro mencatat kas sebesar AS$785 juta, meningkat 14% dari saldo kas semester pertama 2015. Kas meliputi 13% dari total aset, dimana 95% dari jumlah tersebut bermata uang dolar AS dan disimpan di bank-bank yang bereputasi baik. Di tengah ketidakpastian pasar, strategi perusahaan adalah terus menjaga kas dan mempertahankan arus kas yang kokoh.
Aset tidak lancar turun sebesar 5% menjadi AS$4.969 juta. Aset tetap turun 10% menjadi AS$1.484 juta dan properti pertambangan turun 5% menjadi AS$2.051 juta.

Total Liabilitas
Adaro mengurangi total liabilitas sebesar 32% menjadi AS$2.816 juta. Liabilitas lancar turun 27% menjadi AS$592 juta. Adaro menurunkan total pinjaman bank pada 9M15 sebesar 18% menjadi AS$1.578 juta. Adaro terus mengurangi utang dan mempertahankan posisi keuangan yang kokoh di 9M15. Neraca perusahaan tetap sehat dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA Operasional 12 bulan terakhir sebesar 1.18x dan rasio utang terhadap modal sebesar 0.26x.

Pinjaman Jangka Panjang yang akan Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
Pinjaman jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun turun 32% menjadi AS$153 juta.

Pinjaman Jangka Panjang
Pinjaman jangka panjang terutama berupa pinjaman-pinjaman bank jangka panjang turun 42% menjadi AS$1.522 juta.

Pengelolaan Utang dan Likuiditas
Pada 9M15, Adaro Energy melakukan penarikan AS$ 60 juta dari fasilitas pinjaman bergulir. Pada periode yang sama, Adaro Energy melunasi pinjaman bank sebesar AS$262 juta. Pada 9M15, Adaro mencatat kas sebesar AS$785 juta. Perusahaan memiliki akses ke likuiditas sebesar AS$863 juta termasuk AS$78 juta di fasilitas bank berkomitmen penuh yang belum ditarik. Adaro memiliki struktur modal yang kuat didukung oleh profil pinjaman jangka panjang kami, posisi kas yang sehat dan likuiditas yang kuat.
Rata-rata pembayaran utang yang dijadwalkan untuk dilakukan selama lima tahun dari 2016 sampai 2020 berada pada tingkat yang terkendali, dengan nilai sekitar AS$234 juta per tahun. Adaro berharap anak-anak perusahaan operasionalnya untuk terus menghasilkan arus kas yang sehat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan dengan baik.

Arus Kas dari Aktivitas Operasional
Arus kas dari aktivitas operasional untuk 9M15 turun 13% menjadi AS$437 juta, terutama disebabkan penurunan penerimaan dari pelanggan, yang turun sebesar 14% menjadi AS$2.132 juta.

Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Pada 9M15, Adaro membukukan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar AS$77 juta, lebih tinggi y-o-y, terutama untuk pembelian aset tetap sebesar AS$37 juta dan pembayaran untuk penambahan properti pertambangan sebesar AS$24 juta. Pada 9M14, Adaro membukukan arus kas bersih dari aktivitas investasi sebesar AS$10 juta karena adanya penjualan kepemilikan atas PT Servo Meda Sejahtera sebesar AS$25 juta dan pembayaran utang dari pihak ketiga dan pihak terkait sebesar AS$57 juta dikurangi pembelian aset-aset tetap dan pembayaran tambahan properti pertambangan di periode tersebut.

Belanja Modal dan Arus Kas Bebas
Belanja modal bersih Adaro (termasuk akuisisi aset melalui utang sewa pembiayaan) selama 9M15 turun 61% menjadi AS$58 juta, terutama untuk pengeluaran atas aktivitas pemeliharaan rutin. Pada 9M15, Adaro membukukan arus kas bebas sebesar AS$356 juta.

Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pembiayaan selama 9M15 mencapai AS$305 juta, lebih rendah dibandingkan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pembiayaan tahun sebelumnya sebesar AS$461 juta. Sepanjang 9M15, Adaro mencairkan pinjaman bank sebesar AS$60 juta dan membagikan dividen tunai sebesar AS$75 juta kepada para pemegang saham, serta membayar pokok pinjaman bank sebesar AS$262 juta. Pada 9M14, Adaro mencatat penerimaan pinjaman bank dari fasilitas pinjaman baru sebesar AS$1.156 juta yang telah digunakan untuk pembiayaan kembali surat utang Adaro dan pelunasan fasilitas pinjaman bank tahun 2011.

Dividen
Adaro secara rutin membayarkan dividen tunai dan dengan demikian memberikan tingkat pengembalian bagi para pemegang saham. Sebagaimana yang disetujui pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 23 April 2015, sejumlah AS$75,49 juta, atau 42% dari laba bersih telah digunakan untuk membayar dividen tunai final. Jumlah tersebut sudah termasuk dividen tunai interim sebesar AS$30,07 juta yang telah dibayarkan pada tanggal 16 Januari 2015. Sementara sisanya sebesar AS$45,42 juta didistribusikan sebagai dividen tunai pada 27 Mei 2015.

Leave a Comment